Beralih

November 02, 2015

Aku bukan penulis yang handal, sama sekali bukan
Aku hanya orang yang hobi berbagi cerita
Aku sangat senang berbagi cerita
Maafkan jika cerita yang tersampaikan ternyata bukan mendatangkan manfaat
Maafkan jika cerita yang tersampaikan mungkin menyinggung

Karena
Setiap kita berproses
Belajar
Untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik

Selanjutnya, postinganku beralih ke blog satunya
Keep reading, everywhere, anywhere and be happy! :D

"Blog, is the place where I share some words" -Denia-

Tentang Perempuan

October 30, 2015

Seperti tagline yang aku tulis di header blog ini, bahwa blog ini adalah (the place where we share some words), maka seperti itulah adanya, postingan kali ini aku mau ngajak Den's sekalian diskusi tentang peran perempuan era modern, lebih khususnya, peran Perempuan Muslim (baca:Muslimah) di era modern.

Sejak zaman Perjuangan kartini, kita, perempuan Indonesia sudah seringkali dicekoki dengan yang namanya emansipasi, bahwa perempuan berhak menyenyam pendidikan yang lebih tinggi, bahwa perempuan berhak memegang peran dalam pembangunan negara, bahwa tidak boleh ada diskriminasi gender. Aku tidak sepenuhnya setuju, tidak juga sepenuhnya menolak, hanya pada beberapa poin aku kurang sepakat dengan ide antimainstream Bu Kartini dijamannya ini.

Kalau tentang pendidikan, posisi dan peran, aku sih setuju aja, perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki. Tapi hai Muslimah, pahamilah bahwa tetap saja ada peran lelaki yang tak bisa kita gantikan, bahwa memposisikan kita berbeda itu tidak selalu berarti diskriminasi.

Contoh sederhananya tentang menjadi kepala rumah tangga atau yang memiliki keputusan tertinggi dalam keluarga, tentu saja peran ini mutlak milik lelaki, kita semua sudah belajar "Arrijalu qowwamuna 'ala nisa" bahwa lelaki adalah pemimpin atas kaum perempuan. Tetapi pada kenyataanya, karena kesalahpahaman akan makna emansipasi, kebanyakan teman sesama perempuan -dalam bincang santai- mengatakan bahwa setelah dia menikah nanti, ia akan tetap menjadi perempuan pekerja, wanita karir istilah kerennya, lalu iseng aku bertanya "Kenapa? Kalo suami nanti gak izinin kamu kerja dengan alasan yang masuk akal dan suamimu memang mampu untuk memenuhi kebutuhan kalian gimana dong?" Jawaban yang diluar perkiraan, mereka lebih memilh untuk berpisah dengan lelaki yang membatasi ruang gerak mereka. Bahkan ada yang sampai menjawab "Coba deh bayangin akan jadi apa kalo kita gak kerja, terus kita gak punya penghasilan dan terrnyata suami ceraikan kita?" Nah loh, nah loh, jadi makna berbakti pada suami kalah nih dengan emansipasi? Atau, memang niat kerjanya untuk antisipasi kalo cerai? Kita kan menikah merencanakan sebaik-baik pernikahan, bukan merencanakan perceraian. Ya, kan?

Sejujurnnya aku belum menikah, tetapi insyaAllah akan segera menikah, heee, mohon doanya Den's sekalian. Aku berpikir panjang tentang hal ini, aku dan temen-temen lain yang sekarang sedang duduk dibangku kuliah, kelak saat aku selesai maka kita akan memiliki sebuah gelar, yang dengan gelar itu ada tuntutan sosial bahwa kita harus menjadi lebih dari sekedar Ibu Rumah Tangga biasa layaknya perempuan lain yang tidak sampai kuliah. Aku coba merenungkan baik-baik kisah ini dan berkaca kepada Ummul Mukminin kita Aisyah r.a semoga kita kelak dipertemukan di Syurga Nya, aamiin. 

Coba pahami betul kisah Ummi Aisyah, bahwa beliau adalah perempuan yang sangat cerdas, mampu menghafal Al Quran dan ribuan hadits, kemudian beliau adalah wanita yang digambarkan sangat cantik, tetapi beliau tetap menjadi Istri yang sangat berbakti, mendukung setiap kegiatan Rasulullah, mampu memahami Rasul, menjadi Ibu Negara yang rendah hati dan tetap menjaga kehormatan tanpa meninggikan posisinya diatas Rasulullah S.A.W.

Nah, kalau perempuan yang luar biasa cantik dan cerdas saja tetap patuh pada Rasul, masa kita yang hanya butiran debu ini gak berusaha untuk memuliakan diri seperti yang telah Ummi Aisyah contohkan?

 Ada yang tahu foto keluarga siapa ini? Mungkin ada yang sudah tahu dan ada yang belum ya?

Baiklah, ini adalah keluarga Ustadz Budi Dharmawan dengan Istri Bunda Yoyoh Yusroh Almh. Keluarga hebat dan dikaruniai 13 anak (9putra dan 4putri) ini adalah keluarga eramodern yang baik untuk diteladani.

Bunda Yoyoh Yusroh, dengan tetap merawat anaknya, beliau tetap mengukir prestasi dan membawa anaknya menjadi anak-anak yang juga tak kalah banyak prestasinya. Atas izin Suami, beliau tetap aktif berpolitik tanpa mengabaikan kewajiban beliau sebagai Istri dan madrasah untuk anak-anaknya. Kiprah terakhir sebelum meninggal beliau adalah Anggota DPR RI komisi VIII sebagai wakil ketua fraksi PKS. Diantara kesibukannya memperjuangkan ummat, Bunda Yoyoh Yusroh tetap menjaga Ibadah amalan harian nya yaitu bertilawah 3juz dalam sehari, memksimalkan diri di Politik dan mencetak putra-putri kreatif penghapal Qur'an berprestasi. MANTAP

Hmmm.. Kita akan seperti apa ya? Silahkan temen-temen cari rolemodel perempuan yang menginspirasi kalian dan jangan lupa carinya yang cantik luar dalem ya, karena kalo cantik wajah aja, 20-30 tahun lagi mah keriput. Coba yuk kita buka lagi buku perencanaan hidup yang udh kita buat, aatu yang belum buat, dibuat yuk buku perencanaanya, apakah kita sudah bercita-cita memenuhi kriteria wanita yang sholehah dan mampu menshalihkan keluarga dan anak-anak kelak? Kalau dirasa masih belum, yuk buat perencanaan ulang dan lebih tersusun mantap.

Semoga kita bagian dari bidadari dunia yang dirindukan Syurga, aamiin :)

Little Things

October 28, 2015

 
Your hand fits in mine
Tanganmu sangat pas ditanganku
Like it's made just for me
Seperti tangan itu memang tercipta untukku
But bear this in mind
Tapi camkanlah
It was meant to be
memang ditakdirkan seperti itu
And I'm joining up the dots with the freckles on your cheeks
dan kini sedang kuhubungkan titik-titik dengan bintik-bintik di pipimu
And it all makes sense to me
dan itu semua menjadi masuk akal bagiku

I know you've never loved
Aku tahu kau tak pernah suka
The crinkles by your eyes
Kerutan-kerutan di matamu
When you smile
Ketika kau tersenyum
You've never loved
Kau tak pernah suka
Your stomach or your thighs,
Perut ataupun pahamu
The dimples in your back at the bottom of your spine
Cekungan di punggungmu pada bagian bawah tulang belakangmu
But I'll love them endlessly
Tapi aku akan mencintai itu semua tiada akhir

**I won't let these little things slip out of my mouth
Aku tak akan membiarkan hal kecil ini keluar dari mulutku
But if I do
Tapi jika terjadi
It's you
Itu adalah kamu
Oh, it's you they add up to
Oh, itu adalah kamu hal kecil itu adalah dirimu
I'm in love with you
Aku jatuh cinta padamu
And all these little things
Dan semua hal-hal kecil itu

You can't go to bed without a cup of tea
Kau tak bisa tidur tanpa secangkir teh
And maybe that's the reason that you talk in your sleep
Dan mungkin itulah alasan kau selalu bicara dalam tidurmu
And all those conversations are the secrets that I keep
Dan semua percakapan itu adalah rahasia yang ku jaga
Though it makes no sense to me
Meskipun itu tak masuk akal bagiku

I know you've never loved
Aku tau kamu tak pernah suka
The sound of your voice on tape
Rekaman suaramu di dalam tape
You never want
Kau tak pernah ingin
To know how much you weigh
Tau seberapa besar berat badanmu
You still have to squeeze into your jeans
Kau tetap memaksa memakai jins
But you're perfect to me
Tapi kamu SEMPURNA bagiku

Back to ****

You'll never love yourself half as much as I love you
Kau tak akan pernah mencintai dirimu setengah dari banyaknya aku mencintaimu
And you'll never treat yourself right, darling, but I want you to.
Dan kau tak akan pernah memperlakukan dirimu dengan benar, kasih, tapi aku ingin kau melakukannya
If I let you know I'm here for you
Jika ku beri tahu aku disini untukmu
Maybe you'll love yourself like I love you, oh.
Mungkin kau akan mencintai dirimu seperti aku mencintaimu

And I've just let these little things slip out of my mouth
Dan telah ku biarkan hal kecil ini keluar dari mulutku
'Cause it's you,
Karna itu kamu
Oh, it's you,
Itu adalah kamu
It's you they add up to
Itu kamu hal kecil itu adalah kamu
And I'm in love with you
Dan aku jatuh cinta padamu
And all these little things
Dan semua hal-hal kecil itu

I won't let these little things slip out of my mouth
Aku tak akan membiarkan hal kecil ini keluar dari mulutku
But if it's true
Tapi jika itu benar
It's you,
Itu adalah kamu
It's you they add up to
Itu kamu hal kecil itu adalah kamu
I'm in love with you
Aku jatuh cinta padamu
And all your little things
Dan semua hal-hal kecil dalam dirimu

Masih ingatkah pada sumpahmu, hai pemuda?!

October 27, 2015

28 Oktober 1928
Tepat 87 tahun yang lalu, di masa penjajahan Belanda, disaat sedikit saja pergerakan itu berarti mempertaruhkan nyawa, pemuda Indonesia dalam PPPI (Perhimpunan Para Pelajar Indonesia) berani mengangkatkan kegiatan yang bertujuan untuk menyatukan Indonesia. Kongres itu hingga kini dikenang dan menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di gagas oleh M. Yamin, kongres tersebut menghasilkan rumusan yang disebut sebagai SUMPAH PEMUDA :

PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
 KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
 KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Sekilas sejarah sangat singkat tentang yang terjadi hari ini di 87 tahun yang lalu di Indonesia. Lalu apa yang kita lihat dari pemuda Indonesia yang ada saat ini? Aku mencoba mencari jawabannya melalui mesin pencari mbah gugel dengan kata kunci "Remaja Indonesia saat ini" dan "Pemuda Indonesia hari ini" kalian tau apa yang aku temukan Den's?

SEE WHAT I GOT !



Gambar diatas adalah penemuan dengan kata kunci remaja, aku sedih, menggigil takut sekaligus ngeri saat mendapatkan gambar ini. Kalian bisa coba sendiri kalau tak percaya! Gambar berikutnya yang dibawah adalah hasil dengan kata kunci pemuda, sedikit berbeda, tapi sama saja menyedihkannya.


Kalian bisa lihat apa yang aku maksud dengan menyedihkan? Yup! lihat apa yang aku lingkari merah dipojok kanan bawah, bukan hanya tentang tawurannya, yang sangat miris dari gambar ini adalah saat kata kunci yang aku pakai adalah PEMUDA INDONESIA SAAT INI justru yang keluar dihasil pencarian  adalah gambar-gambar orang yang masa masih pemuda-nya adalah saat Indonesia belum merdeka, bayangkan saja, seandainya mereka semua masih hidup, saat ini usia mereka berapa? Lalu aku penasaran, saat aku scroll layar kebawah, ada memang gambar yang lebih modern, mungkin saja memang mereka masih pemuda, tapi ya pemuda yang tampil adalah yang aku lingkari merah. Seburuk itukah PEMUDA INDONESIA masa kini?!


MANA SUMPAHMU, PEMUDA ?!!!!
APAKAH KALIAN LUPA?

Takut

October 26, 2015

Jika hasil itu indah
kenapa begitu banyak orang yang menyiakan hasil?
Jika hasil itu indah,
kenapa begitu banyak orang kelelahan untuk mempertahankan?
Disekitar, aku lebih banyak melihat orang menyerah pada hasil
dibandingkan menyerah pada proses
Lalu yang aku takutkan saat ini
Untukmu, hidup bersamaku apakah sebuah hasil?

Tak ada asa, asap pun jadi

October 25, 2015

Kabut asap di Lampung. Sumber : jpnn.com
Celetukan yang keluar gitu aja dikepalaku, mungkin udah kebayang apa yang lagi aku bahas disini, yup, kabut asap. Kabut asap yang bukan hanya menutupi indahnya Indonesia tercinta, tetapi juga membuat jodoh semakin gak keliatan *eh

Dua hari lalu dapet kabar sedih dari kampung halamanku yang aku sangat cintai, Lampung, yup, tepatnya Kecamatan Ketapang di Lampung Selatan. Kabar menyedihkannya adalah kabut asap mulai mengganggu aktifitas disana, Masku yang nelayan juga jadi terganggu aktifitasnya karena kabut asap ini, begitu juga dengan aktifitas masyarakat lain, bukan hanya di Lampung, tetapi juga di bagian lain di pulau sumatera.
Kalian tau, aku yakin bukan hanya aku yang sedih dengan berita buruk ini, sudah pasti untuk hal ini kalian semua tau lah yaa. Ada satu hal lagi yang membuat aku lebih sedih. Tebak! Lebih menyedihkan daripada berita meningkatnya penderita ISPA. Apa itu?

Hal yang paling menyedihkan bagiku adalah saat aku menyadari betapa kejamnya aku pada manusia lain, merasa semuanya aman-aman saja karena bisa memastikan aku dan orang-orang yang aku cintai berada pada lingkungan yang aman, tapi baru gelagapan dan kebakaran jenggot pas keluarga ku juga terancam hal yang membahayakan kesehatan dan bahkan masa depannya.

Mungkin itu juga alasan masih banyak yang keukeuh, gak berempati dan bahkan menganggap bahwa keluhan korban asap ini terlalu lebay. Beberapa waktu lalu aku juga berpikiran sama, kejam bukan?

Lalu, apa aku harus lebih kejam lagi dengan berdoa berharap kabut asap ini merata se Indonesia? Supaya bangsa Indonesia ini serasa sepenanggungan, karena hal itu bisa membuat jadi satu semangat seperjuangan.
Haruskah ?

Ibu selalu benar

August 21, 2015

Aku, atau mungkin kita, seringkali merasa sebal saat ibu, dengan nada menyebalkannya menasihati kita hal yang itu itu saja. Mengulang kalimat yang selalu sama.

Tapi menarik, saat aku, dengan sebal yang membuncah, tetap berusaha mengambil kebaikan dari nasihat yang beliau ucapkan.

Kita tau, sangat paham bahwa tak ada orangtua yang menginginkan anaknya melakukan keburukan atau mengalami hal yang buruk.

Tentang cinta misalnya, aku pikir, tentang  ini ibu sangat benar, berikut beberapa nasihat yang selalu berulang

"Jangan terlalu senang karena bisa mencintai, cobalah untuk diam sampai kamu yang dicintai"

"Kenapa kamu harus kerumahnya?! Bukankah bisa aja dia yang main kesini?! Apa masih kurang bukti untuk kamu bisa sadar bahwa dia gak mencintai kamu? Kamu tau, sekarang dia sudah membuktikan bahwa kamulah yang ngebet sama dia"

"Kenapa harus ketemuan diluar? Bukankah kalian bisa ngobrol dirumah? Bukankah kalian selalu komunikasi di hp?"

"Ngapain kamu harus kerumah sodaranya? Apa kamu pikir dia sedang mengenalkan kamu ke keluarganya dan kamu berpikir dia sedang menunjukkan keseriusannya? Salah kamu."

"Ndok, cobaannya laki-laki itu perempuan, dan cobaannya permpuan itu laki-laki. Kamu cuma perlu sabar, sakit itu biasa kok, tapi ya kamu bebas milih, kamu mau kalah atau menang dari perasaan itu?"

ini apa

Sosial media bukanlah tempat untuk kita curhat. Aku rasa aku tau itu, maka sebisa mungkin aku menghindarinya.

Apa apa yang aku tulis tak selalu apa yang sedang terjadi. Aku menyimpan beberapa draft untuk diposting, bisa jadi aku post tentang kebahagiaan saat aku sedang sedih, ataupun sebaliknya.

Aku ingin lari. Menjauh, sejauh yang aku mampu. Pergi dari perasaan yang begitu membingungkan. Kebingungan yang kita sendiri yang membuatnya.

Kalau cinta itu kebahagiaan, kenapa kita tersiksa dengan segala rasa yang menjadi pelengkapnya? Cemburu, gelisah, resah, dan terabaikan.

Manusia seringkali bingung oleh kebingungannya sendiri.

Seperti inilah, wanita, makhluk kepastian. Tak ingin di-PHP, namun memilih menjalani hubungan tak berkejelasan.

Aku jadi terkesan mendesak, memaksa seseorang yang sedang bingung apakah dia mencintaiku atau tidak untuk menikahiku. Ya, menikah. Membuat pasti semua ketidakpastian. Memperjelas semua ketidakjelasan.

Sekali lagi, tak perlu mencari kesimpulan dalam tulisan ini, karena aku tak menuliskannya.

Masaku

Dirimu adalah inspirasi yang selalu aku tulis
Dan aku adalah kertas yang tak pernah engkau baca.

AK. Aku telah memutuskan untuk menunggu
Sudah kusampaikan padamu
Dan sudah kukuatkan tekad dalam diriku

Datanglah, jika memang aku yang kau inginkan
Tapi jika bukan
Aku akan menghentikan penantian
Tanpa berhenti mencintaimu
 

Den's Visitor

Most Reading