![]() |
| Kabut asap di Lampung. Sumber : jpnn.com |
Celetukan yang keluar gitu aja dikepalaku, mungkin udah kebayang apa yang lagi aku bahas disini, yup, kabut asap. Kabut asap yang bukan hanya menutupi indahnya Indonesia tercinta, tetapi juga membuat jodoh semakin gak keliatan *eh
Dua hari lalu dapet kabar sedih dari kampung halamanku yang aku sangat cintai, Lampung, yup, tepatnya Kecamatan Ketapang di Lampung Selatan. Kabar menyedihkannya adalah kabut asap mulai mengganggu aktifitas disana, Masku yang nelayan juga jadi terganggu aktifitasnya karena kabut asap ini, begitu juga dengan aktifitas masyarakat lain, bukan hanya di Lampung, tetapi juga di bagian lain di pulau sumatera.
Dua hari lalu dapet kabar sedih dari kampung halamanku yang aku sangat cintai, Lampung, yup, tepatnya Kecamatan Ketapang di Lampung Selatan. Kabar menyedihkannya adalah kabut asap mulai mengganggu aktifitas disana, Masku yang nelayan juga jadi terganggu aktifitasnya karena kabut asap ini, begitu juga dengan aktifitas masyarakat lain, bukan hanya di Lampung, tetapi juga di bagian lain di pulau sumatera.
Kalian tau, aku yakin bukan hanya aku yang sedih dengan berita buruk ini, sudah pasti untuk hal ini kalian semua tau lah yaa. Ada satu hal lagi yang membuat aku lebih sedih. Tebak! Lebih menyedihkan daripada berita meningkatnya penderita ISPA. Apa itu?
Hal yang paling menyedihkan bagiku adalah saat aku menyadari betapa kejamnya aku pada manusia lain, merasa semuanya aman-aman saja karena bisa memastikan aku dan orang-orang yang aku cintai berada pada lingkungan yang aman, tapi baru gelagapan dan kebakaran jenggot pas keluarga ku juga terancam hal yang membahayakan kesehatan dan bahkan masa depannya.
Mungkin itu juga alasan masih banyak yang keukeuh, gak berempati dan bahkan menganggap bahwa keluhan korban asap ini terlalu lebay. Beberapa waktu lalu aku juga berpikiran sama, kejam bukan?
Lalu, apa aku harus lebih kejam lagi dengan berdoa berharap kabut asap ini merata se Indonesia? Supaya bangsa Indonesia ini serasa sepenanggungan, karena hal itu bisa membuat jadi satu semangat seperjuangan.
Haruskah ?

No comments:
Post a Comment