FORMULIR PENGURUS DAERAH

September 07, 2014

“Memang apa yang bisa dilakukan Mahasiswa kesehatan Masyarakat (ISMKMI) untuk berjuang di ranah kesehatan Indonesia ?”

Pertanyaan yang sering dihadapkan kepada saya setiap kali melakukan hal yang sifatnya perjuangan agar indonesia lebih sehat. Memang seringkali kita berfikir atau terjebak dalam hal –hal yang bersifat besar, namun melupakan hal-hal yang kecil. Hal itu adalah Persatuan tantangan dari pernyataan diatas sebenarnya adalah bukan hanya sekedar apa yang kita buat untuk indonesia lebih sehat tetapi apa yang kita punya untuk berjuang ya PERSATUAN!!.

Memaknai ISMKMI kedepannya perlu adanya orang – orang terbaik  di ISMKMI untuk mengerti apa itu persatuan dalam menjalankan fungsi atau tugasnya kedepan. Tidak ada gerakan dan perubahan yang berhasil jika kita berjalan sendiri–sendiri. ISMKMI adalah organisasi yang berjuang seringkali sedikit hasil tapi banyak proses, sewajarnyalah ISMKMI bukan organisasi yang bisa memberikan banyak hal kepada setiap pengurusnya

Menjadi pengurus ISMKMI yang diperlukan bukan hanya sekedar konsep akan tetapi adalah komitmen, loyalitas, komunikasi. Hal itu akan dihadapi oleh para pengurus yang biasanya harus rela melepaskan kebebasan waktunya untuk hanya sekedar netmeeting dimana disaat yang teman – teman kita yang lain sedang asik dengan agenda istirahat atau tugasnya. Tetapi percayalah selama kita berjuang untuk hal yang baik dengan cara yang baik, tuhan akan membayar perjuangan kita dengan yang terbaik.

Untuk Membuat gebrakan besar dibidang kesehatan butuh adanya kekuatan besar yang merata dan terarah itulah yang diharapkan ISMKMI. Untuk Membuktikan bahwa pemuda kesehatan masyarakat memang mempunyai kemampuan dari bidang manajerial hingga terjun langsung ke masyarakat jika teman – teman ingin membuktikan kepada Indonesia dan Dunia bahwa Kesmas bisa!!

Mengutip tulisan salah seorang sekjend : Janganlah teman-teman berharap banyak untuk mendapatkan “sesuatu” karena teman-teman akan lebih banyak memberikan “sesuatu”. Butuh keikhlasan dan komitmen yang tinggi dalam menjalankan sebuah amanah. Dengan inilah teman -teman menyongsong kesuksesan, menyongsong kebahagiaan, menyongsong surga.


Disinilah tempatnya, di dalam kepengurusan ISMKMI 


Selamat datang Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat Universitas Baiturrahmah

September 06, 2014

Yoerdi - Icha - Siska - Frieska

Sabtu, 6 September 2014
Pengenalan ISMKMI oleh Jihan Faradisha
(TCN ISMKMI)
Selamat datang mahasiswa baru FKM Universitas Baiturrahmah, selamat masuk dalam barisan terdepan dalam melindungi dan mencerdaskan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Sehat.

Setiap kita pasti memiliki alasan berbeda tentang kenapa menjadikan Kesehatan Masyarakat sebagai pilihan study di perguruan tinggi. Mungkin ada yang bersyukur bahagia atau merenung menyesali pilihan.

Hei pejuang ! sadarilah, setiap profesi memiliki fungsi masing-masing! Khusunya pejuang kesehatan, profesi kita ataupun profesi kesehatan lain memiliki tujuan yang sama, dengan fungsi yang berbeda.

Antusias PH Warrior
Sedikit penjelasan. Ilmu Kesehatan secara garis besar difokuskan kedalam dua golongan, yang pertama adalah Currative health care, yaitu pejuang kesehatan yang berfokus pada pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif), fokus objek golongan pengobatan ini sudah jelas yaitu perorangan yang sudah mengalami sakit, di obati dan rehabilitasi untuk kesehatannya. Pada golongan ini, profesinya adalah dokter, bidan, perawat  dan apoteker.

Kemudian yang kedua adalah golongan Preventive health care, golongan ini berfokus pada tindakan pencegahan sakit  kelompok (masyarakat) supaya terhindar dari sakit. Melihat segala faktor risiko seperti sanitasi, pendidikan kesehatan dan manajemen kesehatan. Profesinya adalah Kesehatan Masyarakat.

Kedua pendekatan kesehatan tersebut saling berhubungan, dimana saat ada orang yang sakit, dokter menyembuhkan, kemudian kesmas menganalisa faktor resiko sakit dan menanggulangi penyebab sakit tersebut. Hal itu bertujuan untuk menjadikan yang sakit menjadi sehat dan membuat orang yang belum sakit jangan sampai sakit.

Untuk itu, kita, pejuang Kesehatan Masyarakat di Indonesia, marilah belajar sungguh-sungguh, dengan tri dharma.Perguruan tinggi : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat  untuk kebermanfaatan.








"Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) ialah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya. Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapatkan pertolongan"
-Q.S Ad Dukhaan : 40-41-

Mari sejenak merenung

September 02, 2014

Malam gelap dengan hati galau gini, daripada mikirin yang jadi penyebab galau, mendingan sebentar merenung tentang sebuah kalimat pendek yang ajaib, selalu jadi tujuan pemerintah, berbagai profesi kesehatan, IOMS, LSM, NGO atau apapun itu namanya. Mereka berjuang untuk mewujudkan kalimat pendek nan ajaib itu, kalimat pendeknya yaitu INDONESIA SEHAT.

Hmm.. mulia memang tujuannya, tapi bukankah mewujudkan hal itu tidak semudah beretorika? Kalau memang kesehatan itu kunci utama segala aspek kehidupan, bukankah itu artinya "segala aspek kehidupan" yang dimaksud itu memiliki pengaruh terhadap kesehatan?

Contohnya gini, seseorang mengalami sakit kanker. Secara ekonomi mungkin orang tersebut tergolong orang mampu, tetapi kebiasaan disekitar dan tidak adanya penanaman pengetahuan tentang makanan yang sehat seperti apa, lalu apa bahayanya konsumsi makanan cepat saji atau kenapa harus membiasakan pola hidup bersih dan sehat itu diabaikan! Pendidikan tentang kesehatan itu tak terpikirkan, yang Jadi fokus : BAGAIMANA NEGARA BISA MEMBELI ALAT YANG CANGGIH UNTUK PENGOBATAN ITU.

Contoh lain, lebih dari 60% rakyat Indonesia tergolong memiliki kemampuan ekonomi menengah kebawah dengan pola kehidupan yang tidak bersih dan jauh dari sehat, sungai yang kotor, sanitasi buruk, udara yang tercemar, makanan kurang bergizi, ekonomi yang lemah, namun kebijakan yang diambil sama sekali tidak menolong!!! Harga BBM NAIK ! HARGA MAKANAN NAIK! BIAYA SEKOLAH SEMAKIN MAHAL! RAKYAT SEMAKIN PUSING laluuuuuuu bunuh diri masal !

Kalau saja yang jadi fokus bukan hanya pengobatan, mungkin saja biaya yang dialokasikan untuk kesehatan bisa semakin ditekan !

PENCEGAHAN penyakit adalah cara terbaik untuk mewujudkan kata ajaib itu. RENUNGKANLAH

Kartu Indonesia Sehat apakah konsepnya akan sama dengan BPJS yang fokus di kuratif?


Download Ebook rencana aksi percepatan penurunan angka kematian Ibu di Indonesia 2013-2015

Download Ebook rencana aksi percepatan penurunan angka kematian Ibu di Indonesia 2013-2015
Silahkan download disini

Semoga bermanfaat :-)
 

Den's Visitor

Most Reading