Ibu selalu benar

August 21, 2015

Aku, atau mungkin kita, seringkali merasa sebal saat ibu, dengan nada menyebalkannya menasihati kita hal yang itu itu saja. Mengulang kalimat yang selalu sama.

Tapi menarik, saat aku, dengan sebal yang membuncah, tetap berusaha mengambil kebaikan dari nasihat yang beliau ucapkan.

Kita tau, sangat paham bahwa tak ada orangtua yang menginginkan anaknya melakukan keburukan atau mengalami hal yang buruk.

Tentang cinta misalnya, aku pikir, tentang  ini ibu sangat benar, berikut beberapa nasihat yang selalu berulang

"Jangan terlalu senang karena bisa mencintai, cobalah untuk diam sampai kamu yang dicintai"

"Kenapa kamu harus kerumahnya?! Bukankah bisa aja dia yang main kesini?! Apa masih kurang bukti untuk kamu bisa sadar bahwa dia gak mencintai kamu? Kamu tau, sekarang dia sudah membuktikan bahwa kamulah yang ngebet sama dia"

"Kenapa harus ketemuan diluar? Bukankah kalian bisa ngobrol dirumah? Bukankah kalian selalu komunikasi di hp?"

"Ngapain kamu harus kerumah sodaranya? Apa kamu pikir dia sedang mengenalkan kamu ke keluarganya dan kamu berpikir dia sedang menunjukkan keseriusannya? Salah kamu."

"Ndok, cobaannya laki-laki itu perempuan, dan cobaannya permpuan itu laki-laki. Kamu cuma perlu sabar, sakit itu biasa kok, tapi ya kamu bebas milih, kamu mau kalah atau menang dari perasaan itu?"

No comments:

Post a Comment

 

Den's Visitor

Most Reading