Kenapa?
Jawabannya adalah karena "nanti"
ya, nanti yang sering kuucapkan menyebabkan aku akhirnya tak pernah menulis apapun. Padahal yang ada dikepala rasanya ingin semua kutumpahkan, meski ada beberapa hal yang aku mau tak ada orang lain yang tau. Tahukah kamu Den's, selalu ada pelajaran dalam setiap kegiatan yang aku lakuin, dimanapun, kapanpun. Dalam semua kegiatan yang aku lakukan, aku begitu yakin Allah terlibat dan menyaksikan kesemuanya itu. Dan yang selalu ada dikepala ku juga, aku ingin kalian mendapatkan pelajaran yang sama, aku ingin kalian tahu dan bisa mengambil hikmah.
Lalu kenapa tak kutuliskan semua itu? Jawabannya adalah "karena nanti". Jadi gini, aku, selalu berharap suatu hari nanti aku akan memiliki beberapa buku hasil karanganku. Impian yang begitu umum, tanpa targetan waktu, tanpa keterangan buku apa yang aku akan tulis, sampai aku sendiri sulit mendeteksi kapan impian ini bakal terwujud kalo isinya umum banget begini. Yah, aku mohon maklumatnya, masih awam banget, masih belum bisa membagi waktu ku untuk ini dan untuk itu.
Aku sedikit menyarankan (untuk diriku sendiri juga) pada siapapun yang ingin menulis buku: MENULISLAH. Apapun itu, tulislah! Tulis semua yang ingin kalian tulis, aku pernah mempraktikkan ini, berhasil, bahwa disetiap sela kegiatan, aku menuliskan semua hal yang bisa aku tulis, kemudian malam hari nya kuketik ulang, jadilah postingan penuh semangat. Tapi karena beberapa alasan, aku tak melanjutkan itu, sekali lagi, aku hanya manusia yang sedikit sekali benarnya.
Baiklah, jangan ambil kesimpulan apapun dari tulisan ini, karena sepertinya aku memang tak menuliskannya, aku hanya ingin menuliskan apa yang ingin aku tulis. Aku sedang berusaha merajinkan diriku pada menulis, meski hanya satu paragraf, atau hanya satu kalimat, aku akan tetap menuliskannya.
No comments:
Post a Comment