Enam bulan itu waktu yang lama atau bukan?
Ada yamg bilang iya, ada juga yang bilanh gak. Kalau aku, ada diantaranya. Siapa coba yang gak rindu dengan keluarga? Harus menahan rindu yang sesakitsakitnya selama enam bulan untuk bisa bertemu dan melihat mereka, keluarga dan sahabat tercinta
Lebih parahnya lagi, kita kehilangan banyak momen bersama, kita cuma dengar kabar dan lihat fotonya, tanpa ada didalamnya. Sekali lagi. Rindu yang sesakitsakitnya. Kalau diibaratkan, ini ibarat bisa melihat angin, geregetan pengen coba sentuh angin, tapi gabisa.
Kapan pulang
Kapan pulang
Kapan pulang
Dalam beberapa hari terakhir banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, dan aku jawab dengan jawaban yang sama : sama-sama ragu akan pulang kapan.
Aku punya target lulus 2017 (aamiin) dan kalau aku terlalu lama libur, itu bisa menyebabkan terlalu lama nunda kuliah. Gamau dong? Aku mau semester pendek, dan karena itu, ada kemungkinan aku merayakan lebaran diatas gunung, yalah, daripada lebaran di darat, homesick ntar, bisa stress.
Ada lagi, bukan hanya pertanyaan kapan pulang yang terucap, tapi ungkapan rindu, kangen, sering aku dengar dan baca bberapa hari ini. Hmm, ada rasa bersyukur yang memincak dikepala, menyadari trnyata hadirku masih dirindukan.
Dear all my beloved people in this world, aku begini bukan gak kangen, ini caraku mengalihkan pikiran supaya enam bulan itu gak terlalu menyiksaku.
Sesungguhnya, aku juga sangat rindu kalian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment