Seperti apa aku harus berdoa
Ketika marah telah sampai di puncak kepala
Bingung melanda
Gusar
Sedih
Terluka
Pada apa aku harus mengusap tetesan mutiara
Pada apa aku akan meminta perhatian
Pada apa aku bisa bercerita dan berkeluh kesah
Pada siapakah lagi aku bisa merajuk manja
Angin tak datang
Cahaya telah hilang
Lalu siapa lagi?
Apalagi yang akan temani?
Hanya caci!
Maki!
Sepi!
Mereka yang sejatinya menjadi musuh
Kini adalah sahabat setia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment