Terimakasih, Capuccino

January 23, 2015

Ilustrasi Aku dan Ayah
Terimakasih (lagi) untukmu, capuccino..
Minuman yang sejak pulang kampung aku jadi sangat menyukaimu
Kembali malam ini kamu temani indah malamku
Bersama sahut-sahutan suara kodok di kolam belakang rumah
Dingin tak hinggap dikulitku,
Tapi dihati


Tung tung tung tung
Begitu kira-kira suara kodok jika dituliskan
Nyanyian alam nan indah
Membawaku kembali pada satu waktu yang hangat dimasalalu


Pada suatu senja disebuah rumah nan sederhana, beriring gerimis dan matilampu
"Ayah, itu suara apa?" Tanya aku kecil pada Ayah yang sedang meminum kopi susu, minuman kesukaan beliau kala itu..
"Oh, itu suara kodok, emang sebelumnya belum pernah dengar ya?" Jawab ayah pada aku kecil, lanjutkan minumnya, kemudian letakkan gelas itu ke meja
"Belum Yah, suara kodok kok serem gitu ya?"
"Sayang.. Ayo ikut Ayah" jawab ayah sambil genggam lembut tanganku (ah, genggaman ini masih kuingat hangatnya)

Disanalah kami..
Ditepi kolam ikan, dibawah langit jingga, sedikit gerimis dan pisang goreng ditanganku, kami duduk, aku dan ayah..
"Sayang.. Pernah cobain rasa angin?"
Aku menggeleng
"Pernah nyicip rasa ujan
Aku menggeleng
Sebenarnya aku menggeleng karena merasa ayah sedang membawaku ke suasana yang kikuk, kaku menurutku, dan Ayah mengerti itu

"Coba merem.." Kata ayah (merem = mejem = pejam mata)
"Nafas yang panjaaang.. Dengar suara kodoknya.. Dengar suara tetesan airnya.. Dengar hembusan lembut angin .. Dan tersenyumlah.. Ayo senyum, gadis cantik ayah harus terus tersenyum, suara kodok yang serem, atau matilampu yang menakutkan, semua itu jadi terasa buruk karena kamu ga menikmatinya.. Cobalah untuk selalu tenang, istighfar, bersyukur, maka apapun yang sedang terjadi, itu menjadi indah.. Ingat, Laa Tahzan innallaha ma'anaa"



Kenangan itu, membuatku tersenyum sedih.. Pak Wahidin adalah lelaki terhebat, tauladan nomor dua setelah Rasulullaah S.A.W..

Tangisan mengenang Ayah, menghangatkan hati, dan mendinginkan kopi

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa'aafihi, wa'fuanhu..
Ayah .. semoga kita bertemu di syurga-Nya

Aamiin




No comments:

Post a Comment

 

Den's Visitor

Most Reading