You Are My Sunshine..

March 24, 2014

Sunshine
Kisah nyata ini terjadi di Rumah Sakit tennesse, USA. Seorang Ibu muda, Karen, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para Ibu, Karen membantu Michael, anak pertamanya bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya ke perut Ibunya. Dan karena Michael suka menyanyi, ia sering menyayikan lagu untuk adiknya yang masih diperut Ibunya itu. Michael amat manyayangi adiknya.


Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tetapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah berjuang berjam-jam, adik Michael dilahirkan, seorang bayi putri yang cantik dengan kondisinya yang begitu buruk sehingga dokter yang membantu persalinan mengatakan bersiaplah jika sesuatu yang buruk terjadi.

Karen dan suaminya hanya menerima kenyataan dengan pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara putrinya itu jika sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. 

Lain halnya dengan kakaknya, Michael, sejak awal masuk rumah sakit, ia merengek terus. "Mami , aku mau nyanyi buat adik kecil.." Karen tidak tanggap karena terlalu sibuk dengan persiapan kelahirannya. "Mami, aku mau nyanyi untuk adik kecil" Karen tetap tidak tanggap, ia berpikir itu hanya rengekan anak kecil.

lagipula, ICU adalah area terlarang untuk anak-anak. Baru ketika harapan menipis, Ibu baru mau mendengarkan rengekan Michael. Setidaknya, biarkan Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya.

Saat berjalan masuk, ia dihalau oleh suster penjaga pintu ICU. "Anak kecil dilarang masuk". Karen ragu-ragu. Tapi, suster tak mau tahu, itu peraturan : Anak kecil dilaran masuk ruang ICU. Karen menatap tajam suster itu. Ia memohon dan berkata "suster, sebelum Michael menyanyi untuk adiknya, dia tak akan aku bawa pulang, mungkin saja ini terakhir kalinya ia menyanyi untuk adiknya. Suster diam sejenak, kemudian "baiklah Nyonya, tapi jangan lebih dari lima menit"

Begitulah akhirnya Michael dipakaikan pakaian khususkemudian masuk ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek sangat lemah. Kemudian, dari mulutnya yang kecil, terdengar nyanyian "You are my sunshine my only sunshine.. You make me happy when skies are grey." Ajaib ! Si Adik kemudian bergerak pelan, Ia seolah merespon sapaan dari Kakaknya.

"You never know, dear, how much I love You, please don't take my sunshine away" denyut nadi adiknya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru terus menatap mereka lembut. "Lanjutkan, sayang ngyanyiannya". "The other night, dear as i laid sleeping, i dream i held you in my hands". Sang adik meregang, seolah menarik napas panjang. napasnya menjadi semakin teratur. " I'll always love you and make you happy, if you only stay the same" si adik terlihat begitu tenang, sangat tenang.

"Lagi Sayang.." bisik Karen sambil membasuh airmatanya. Michael terus bernyanyi dan .. adiknya terlihat jauh lebih tenang, santai dan kemudian tertidur lelap. Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak menyaksikan  yang telah terjadi dengan adik Michael.

Hari berikutnya, si adik sudah boleh dibawa pulang. Paramedis tak habis pikir dengan kejadian yang mereka dengar dan saksikan. Mereka menyebut ini sebagai sebuah Therapy Ajaib . Karen dan Suaminya menganggap ini sebagai mukjizat Tuhan yang sangat luar biasa! Mereka tak dapat mngungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michaeladalah hidup dan mati. Benar bahwa memang kasih Illahi yang menolonngnya. Dan kasih Illahi disampaikan melalui bibir kecil Michael untuk mengatakan How much I love You. 


Note :
Seringkali hal-hal besar datang dari orang yang dianggap kecil. Seseorang yang seringkali tak di perhitungkan.


Courtesy of INSPIRASI DIALY 

No comments:

Post a Comment

 

Den's Visitor

Most Reading