Terbersit sejenak
Saat bintang meredup, nyaris tenggelam
Bukan karena rembulan atau pelangi senja
Tapi karena awan pekat
dan halilintar yang memekakkan
Dimanakah engkau?
Terlalu sibuk dengan lukamu
dan hari usangmu
Jika kau terlahir sebagai perwira
Dan memikul beban langit
Sehingga harus menjaga bumi, air serta udara
Mengapa harus berpaling dan menyalahkan mentari
yang mengeringkan sungaimu
Atau angin yang merontokkan daun-daunmu
Atau ulat yang memakan bunga-bungamu
Sejatinya,
Dunia tak akan menertawakanmu karena sakitmu
Tetapi, melihat caramu mengobati mu
Dan memperlakukan semesta
Dengan kasih atau kebencian
Maka itulah yang akan mengantarkanmu
Pada akhir yang sesungguhnya
No comments:
Post a Comment