hai Den's, maaf lama gak post, ini masih edisi 19 tahun kan yaa? hehe. Aku kasih tau deh, aku baru aja genep 19 tahun 20 mei lalu. Nah, selama sebulan ini adalah cerita perjalanan yang aku lakuin sebagai kado 19 dari keluarga ku tercinta, nyambung kan sama postingan sebelumnya? Sip. kalo dah maksud. Sebelum aku opsting tentang perjalanan apapun, aku mau posting cerita yang menurut aku menggetarkan hati.
00.35
Kecamatan Genteng, Banyuwangi
Betapa rasa kemanusiaan benar-benar hampir mati dari hati manusia. Byurrrrrrrr...... Hujan lebat malam ini membuat setiap jiwa terlelap makin dalam kedalam alam bawah sadarnya. Aku masih terjaga, bersama saudara-saudara ku. Ya, Den's, menyadari bahwa kita memiliki saudara adalah hal yang bahagianya lebih dari memenangkan hadiah mobil termahal sekalipun.
Tapi, ada satu hal yang sepertinya terlupakan : Kemanusiaan.
Bayangkan, Den's : Ditengah malam, saat hujan mengguyur, saat mata manusia lebih memilih terlelap, saat pengendara motor memilih berteduh, saat pengendara mobil melajukan kendaraan dengan kencang membuat cipratan air disekitarnya, Aku lihat seorang Ibu paruh baya mengayu sepeda sendirian, tanpa mantel. hanya sisa plastik asoy hitam menutupi kepalanya. Mungkin beliau berharap plastik tersebut dapat membantunya terhindar flu atau setidaknya pusing-pusing.
Menurut ku tidak! Mana mungkin?! Mana mungkin satu plastik mampu membuat Ibu tersebut terlindung dari hujan yang sangat lebat malam ini ? Coba pikirkanlah, Sobat !
Lalu Aku? Aku hanya mampu berpikir "Kasihan sekali Ibu itu" lalu terlintas pikiran untuk melakukan sesuatu untuk menolong ibu tersebut atau mengantar Sang Ibu sampai tujuannya. Aku bergeming, hanya menatap beliau berlalu hingga menghilang disudut pandangan.
Aku hanya sibuk menjadikan ibu tersebut sebagai objek tulisan ini sambil perlahan meneteskan airmata. Airmata apa yang aku teteskan malam ini?
Airmata kemanusiaan? Omong kosong!
Airmata kemanusiaan? Omong kosong!
No comments:
Post a Comment