“udah makan ? lagi apa sekarang?”
Pertanyaan pembuka yang sederhana namun selalu behasil membuat sepenuh hati bergetar mendengarnya. Aku tau pertanyaan ini bukan pertanyaan utama, bukan ini yang ingin ditanyakan sesungguhnya. Dan aku tau, engkau tak mampu mengungkapkan apa yang engkau rasakan, kita tidak terbiasa ekspresifkan ungkapan perasaan dengan mengatakan "aku rindu" atau "aku sayang kamu". Hal yang mainstream untuk mereka, adalah hal yang antimainstream untuk kita. Mungkin malu, atau geli mendengar dan mengucapkan kalimat itu.
Kita begitu romantis. Romantis yang suilt dijelaskan. Bahkan lebih romantis dari apapun yang terucap itu. Perhatian diam-diam, cinta diam-diam, doa diam-diam, dan semuanya yang diam-diam itu membuat sayangku semakin besar, seperti pohon menggunakan pupuk paling unggul didunia.
Engkau tahu? aku sangat sulit menjelaskan tentang kita karena begitu dalamnya sayang ini tertanam
Engkau tahu? aku mengerang kesakitan setiap waktu disiksa oleh jarak yang memisahkan
Engkau tahu? aku meringkuk ketakutan, aku sangat takut waktu merenggut engkau dariku, ataupun sebaliknya
Engkau tahu? airmataku sering mengalir begitu saja hanya dengan mengingat engkau sedang menangis berdoa untukku
dan tahukah, aku berharap kita akan pergi berdua saja, ketempat terindah yang engkau impikan, ya, berdua saja, hanya engkau dan aku
Ibu..
Tangis sakit ini
semoga dapat menguatkan langkah gadis kecilmu ini
tangis sakit ini
semoga menjadi penghilang dahaga akan harapan-harapan yang tergantung dilangit
dan setiap tetes tangisku
akan kusulap menjadi tetes tangis bahagiamu
No comments:
Post a Comment